Skip to content

Kesehatan Ephorus Membaik

19 Agustus 2009

Ephorus 2Kondisi kesehatan Ephorus HKBP Pdt Dr. Bonar Napitupulu dan Ompung boru T. br. Sitanggang sudah semakin membaik namun untuk memperoleh perawatan lebih intensif akan diterbangkan ke Singapura hari ini (19/8). “Ephorus dan ompung boru dapat berkomunikasi dengan baik,” ujar  Pdt Donal Sipahutar, Kepala Biro Personalia HKBP, dalam percakapan via telepon Senin malam (18/8). Pendeta Sipahutar sejak Minggu malam kejadian mendampingi Ephorus dan Ompung boru di rumah sakit Gleni Medan.

Sesuai hasil diagnosa dokter secara medis tidak ada hal yang menguatirkan. Ephorus dan ompung boru tidak mengalami gangguan syaraf otak atau tulang  yang patah. “Semua relatif normal dan sehat. Sendi kaki kanan Ompung boru yang sempat bergeser telah dioperasi tadi pagi. Proses penyembuhannya membutuhkan perawatan lanjutan,” tambah Pendeta Sipahutar.

Sebagaimana diketahui Ephorus dan ompung boru beserta dua orang lain harus opname di rumah sakit akibat musibah kecelakaan yang terjadi Minggu (16/8). Mobil Ford Everest yang dikemudikan Ephorus masuk ke jurang Sipintupintu, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir, sedalam 200 meter. Turut dalam mobil dua anak asuhnya, yaitu Lamhot Manalu (23 tahun) dan Martina Tambunan (20 tahun). Keduanya masih dirawat di rumah sakit HKBP Balige.

Sekretaris Jenderal HKBP Pdt Ramlan Hutahaean yang datang membesuk mengatakan bahwa Lamhot dan Martina dalam kondisi sadar dan dapat berkomunikasi dengan baik. Lamhot mengalami patah tulang pada bagian bahu sebelah kanan. Martina, patah tulang pada bahu sebelah kiri dan kanan.

Senin siang petugas telah berhasil mengeluarkan mobil yang dikemudikan Ephorus dari jurang pada Selasa kemarin. Kondisi mobil nampak rusak parah terutama pada bagian muka dan belakang mobil. Ditengarai hal itu disebabkan oleh mobil yang berguling berkali-kali.

Ditolong Pendeta Martin Manullang

Salah satu yang menolong untuk mengeluarkan Ephorus dari mobil di dalam jurang adalah Pendeta Martin Manullang, yang bertugas di HKBP Simorangkir, Tarutung, Tapanuli Utara. Martin sendiri mengalami luka-luka di bagian kakinya akibat terkena pecahan kaca dan beberapa kali terjatuh.

Pendeta Simanullang menceritakan, Minggu sore dia tengah melintas dari arah Tarutung menuju Kota Medan. Dia melihat beberapa mobil berhenti di tepi jalan, dan ada orang yang berkata, “Ephorus! Mobil Ephorus masuk jurang!”

“Saya sempat tidak yakin. Lalu saya nekad turun ke jurang bersama tiga atau empat orang warga,” katanya. Menurutnya, kondisi mobil Ephorus rusak parah di kedalaman jurang. Di bawah jurang Sipintupintu dia melihat Ephorus HKBP dalam kondisi sadar dengan luka di bagian kepala. Isteri Ephorus bersama dua wanita lainnya juga sadar di dalam mobil kendati mengalami beberapa luka ringan di kaki dan kepala. Proses penyelamatan keempat korban kecelakaan tersebut tidak mudah apalagi tidak ada tali yang mereka pakai. Beberapa kali Martin terjatuh ketika mencoba naik membawa Ephorus. Telapak kaki Martin tampak terluka. “Karena pecahan kaca,” katanya.

Aparat polisi segera berada di lokasi untuk memberikan pertolongan. Satu persatu korban kecelakaan dikeluarkan dari jurang dan dilarikan ke rumah sakit. Ephorus sendiri lebih dulu tiba di RS HKBP Balige. Selanjutnya sekitar pukul 20.00 WIB  mobil ambulans datang membawa ompung boru dan kemudian disusul dua korban lainnya.

Kata Martin, mobil Ephorus sedang dalam perjalanan kembali dari arah Medan menuju Tarutung. Belum diketahui apa yang menyebabkan mobil tersebut masuk ke jurang Sipintupintu. “Ephorus tidak memakai sopir, Ephorus sendiri yang menyetir,” katanya. Wartawan belum bisa mewawancarai Ephorus di ruang perawatan, tetapi dia terlihat dalam kondisi sadar.

Sejak lama jurang Sipintupintu memang rawan kecelakaan. Di sana beberapa mobil masuk ke jurang dengan memakan korban jiwa. Karena itulah warga Balige mengatakan ini sebagai mukjizat Tuhan. Ephorus HKBP dan penumpang lain selamat meskipun meluncur ke jurang yang cukup dalam. Menurut keterangan petugas mobil yang ditumpangi Ephorus sendiri menghantam tiga mobil lain yang sebelumnya terjatuh ke titik kejadian yang sama namun oleh pemiliknya dibiarkan saja. Seluruh penumpang ketiga mobil yang terdahulu tidak ada yang selamat. (hkbp.or.id/blogberita.net/berbagai sumber)

2 Komentar leave one →
  1. 30 Agustus 2009 5:17 pm

    Sai anggiat hatop malum, sai dipasu-pasu Tuhanta pardenggan basa i, angka ubat na nilehon ni dokter. Amen.

  2. Tiurma permalink
    24 September 2009 2:05 pm

    Semoga cepat pulih kembali,dan sempat menandatangani SK perpindahan Pendeta yang tertunda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: